RSS
 

Sounds like life

malau:

SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, S1 4 tahun, S2 1 tahun, terus sisa hidup kerja sampe mati.

Life’s good eh?

 
1 note

Posted at 4:23am
Reblogged (Post reblogged from malau)

 


proyek sosoloan, cuma buat lucu-lucuan aja, isi liriknya semoga fiktif, one take, pake ponsel Nokia C-5, lirik menyusul, lupa naro text sheet nya dimana, somewhere di harddrive external

Posted at 4:07am
Tagged SoundCloud oggyadikara Pop

 


Foto ini diambil didalam Kopaja 57 jurusan Kampung Rambutan - Blok M yang sedang melaju, ya betul, anak perempuan ini adalah kernetnya, umur segini sudah jadi kernet berjibaku dengan asap knalpot dan aspal jalanan, membuat ai yang kuliah 7 tahun menjadi super minder

Posted at 10:24pm

 


proyek sosoloan, cuma buat lucu-lucuan aja, isi liriknya semoga fiktif, one take, pake ponsel Nokia C-5, lirik menyusul, lupa naro text sheet nya dimana, somewhere di harddrive external

Posted at 1:37pm
Tagged SoundCloud oggyadikara Pop

 


Posted at 11:56pm

 


Saya dan Plastik

tulisan lama, kaos Plastiknya raib, entah kemana, sedih bgt gua, sedih abis




Dekade 90an memberikan banyak kenikmatan-kenikmatan duniawi dan menggores cukup banyak luka-luka permanen mengasyikkan yang sudah lama kering di memori saya. Diantaranya adalah salah satu band rock terbaik versi saya, PLASTIK

Setelah terkontaminasi dengan banyaknya serbuan racun dari band-band asing keluaran 90an dan beberapa band dari yg lahir dari dekade sebelumnya, saya memang tidak punya koleksi band rock favorit mainstream yang lokal punya pada saat itu. Tidak banyak memang, Netral adalah salah satunya, dulu saya tidak tertarik sama Slank, Boomerang, Power Slaves dsb, karena persepsi saya saat itu mengafiliasikan band2 tersebut dengan generasi rock-spandex ala 80an akhir 90an awal dimana saat itu dan saat sekarang pun terkadang saya agak2 risih untuk mengapresiasi… Jadi maaf2 saja pada saat itu apresiasi saya belum optimal untuk beberapa band yang saya sebutkan barusan saja.

Takdir menjerumuskan saya yang tidak sengaja menyetel radio mobil Forsa Heartbeat Bapak saya, yang sering saya pakai itu besi tua untuk antar2 saya punya keperluan waktu saya masih di sekolah menengah, dari spiker butut forsa itulah pertama kali saya mendengar riff dan lead gitar titisan tanduk setan melengking dari neraka level 5, kompilasi ratapan ritem gitar , anjir lahhhhh yg mainnya iblisss !!!!! tidak lama kemudian vokal parau terdengar diiringi riff gitar tanpa distorsi yang ternyata lebih jahat daripada riff sebelumnya, aih tolonglah….liriknya,… njir, lirik apaan neeeeehhhh??? Saya terpana…lead gitarnya dong lah, SHIT !!!!!! Layaknya leher di cekik senar bass dan kepala diinjak2 popor gitar fender stratocaster di saat yang bersamaan sampai akhirnya operator radio keparat itu menghentikan lagunya ditengah2 bagian akhir yang harusnya jadi bagian paling klimaks dengan diiringi bacotan2nya, pada saat itu rasanya seperti ingin memasukkan 3 kg kerikil ke dalam mulutnya……secara paksa.

Itulah kali pertama saya mendengar lagu Error dari Plastik, tidak lama kemudian sayapun membeli kasetnya di mal kelapa gading yang waktu itu bentuknya masih kecil dan mungil, belinya di Lucky Audio yang entah kenapa hebat juga masih bertahan dan eksis di mal kelapa gading yang sekarang mah udah jadi toko raksasa dan saya makin sering tersesat didalamnya kalau tidak bertanya arah kepada petugas keamanan setempat….

Album pertama Plastik sukses saya beli semua berkat ibu saya yang bersedia membayari itu kaset yang saya rengek sama dia untuk supaya dibelikan. Saya bawa pulang kerumah lalu saya dengarkan, saya masukkan ke tape lalu saya pencet tombol play, tembang pertama bertajuk “Error” kepala saya sekali lagi ditampar bolak balik, kemudian lagu kedua, …. apaan neh, kok biasa gini ? anjir lah, saya sempat takut Plastik adalah tipikal band yg cuma punya satu lagu bagus, eh ternyata lagu berikutnya muka saya ditampar lagi…. kemudian ditampar2 lagi berulang2 seiring lagu2 berikutnya saya dengarkan…. entah kenapa memang sedikit kaget juga ketika melongok video dari lagu “Seperti” ada di tv dan bukannya lagu2 yang lain, sampai detik ini saya punya pendapat (kalo boleh) harusnya Error yang digunakan sebagai single pertama dan dibuatkan video nya….Tapi ya sudahlah…. walaupun tetap menurut saya “Seperti” adalah lagu yang paling biasa di album pertama Plastik…dulu pikir saya personil Plastik ini sombong2, single nya dipilihin lagu yang paling jelek,…. eh ternyata pada saat itu memang saya terlalu memaksakan pandangan saya terhadap persepsi saya yg akhirnya punya pemikiran demikian, walaupun tingkah laku begitu saat ini memang sedang trendy…

Video single pertama mereka yang menurut saya jelek mampus itu tidak mampu membuat saya membenci band ini, “Seperti” buat saya memang produk paling gagal di album pertama mereka, begitu juga dengan video nya, untung saja saya tidak banyak ingat videonya seperti apa, saya cuma ingat videonya melibatkan sebuah mobil tua, scene ratapan penyanyi sedang terduduk menyender di tembok, si gitaris yang bermain gitar, adegan setir menyetir mobil, gelap, samar2 berserakan dimana-mana, tapi itu semua tidak mencegah saya yang langsung menobatkan mereka sebagai band rock lokal terbaik dekade 90an versi diri saya sendiri persis disaat saya selesai mendengarkan seluruh lagu di dalam album pertama mereka, sempat terpikir mungkin sampe penghujung taun 1999 akan ada band rock lokal lain yang muncul dan lebih baik dari Plastik, saya masih ingat waktu saat penghujung taun 1999 di rumahnya Nadia di bilangan Kelapa Gading, tidak ada band rock lokal maintream lain yang muncul melebihi Plastik, silakan buat kalian yang tidak setuju sama saya untuk bikin penobatan sendiri2 lah, gak usah banyak protes…..

Dalam persepsi saya, Plastik banyak menampilkan lirik bernuansa gelap, terutama di lagu2 dalam album pertama dan kedua, setidaknya yah seperti itulah persepsi bebas saya. Beberapa band rock lokal mainstream lainnya pada saat itu kebanyakan berlirik terlalu sederhana dan kebanyakan juga bermain di ranah percintaan yang menjemukan, saya tidak berhasil menemukan band rock lokal sejenis Plastik pada saat itu, mangkanya yah band ini dapat tempat yg spesial…. Plastik buat saya juga terdengar lebih “cool” dibandingkan dengan band rock yang benderanya suka dibawa orang pas nonton konser Radja, lirik2 mereka banyak yang sarkastik, tidak terlalu “direct”, semua dikemas baik.

Bapak Array dan Bapak Didit adalah duo gitaris dari Plastik, buat saya mereka ini Christopher Thorn dan Rogers Stevens nya Indonesia (dua nama terakhir adalah salah dua pahlawan gitar saya perwakilan dekade 90an, silakan cari tahu sendiri siapa mereka), semua riff-riff maut Plastik saya asumsikan datang dari Bapak Array dan Bapak Didit, betapa saya sewaktu masih bercelana pendek warna biru dibius oleh kombinasi petaka dari duo gitaris ini, tidak ada yang berlebihan, seperti persepsi saya terhadap Jimi Hendrix, TIDAK ADA NOTE YANG TIDAK PERLU walaupun saya pun tidak berani menasbihkan duo gitaris ini sebagai keturunan titisan langsung dari beliau yang banyak orang anggap sebagai Dewa, tapi duo gitaris ini telah sukses menampilkan sajian kombinasi permainan gitar yang mentah, cool, cocky sekaligus dramatis tanpa banyak membunyikan not tidak perlu dan pamer teknik tingkat tinggi disana sini seperti kebanyakan band keluaran akhir 80an, anda pasti tahu lah…..

Beralih ke departemen dawai 4 ada Bapak Alexdu yang bertanggung jawab disana, pattern bass dari beliau juga bukan sekedar pelapis si gitar doang, memperkuat justifikasi saya yang membaiat Plastik sebagai salah satu band rock lokal mainstream yang punya groove dan berdinamika tinggi, ya ya ya ya anda tidak perlu kemudian bilang sama saya “oh band jazz semuanya dinamika tinggi”, karena itu hanya akan membuat anda terlihat dungu, karena jazz tanpa dinamika tinggi sama aja dengan jazz KW 10, tapi itu sekali lagi sih kata saya, bukan kata kamu, jadi suka2 saya lah hay…

Bapak Iman sebagai orang yang menabuh drum sayang sungguh sayang oh dapat sial karena sound drumnya menurut saya pecah2an terutama dibagian pemukulan divisi simbal dan sejenisnya, kick drum nya juga terdengar seperti bunyi seorang perempuan menggebuk kasur di halaman depan rumah, tidak ada yang salah menurut saya sama patternnya, tapi ya, soundnya itu lah yang sedikit mengecewakan menurut saya.

Ipang, yang banyak orang sebut sebagai Eddie Vedder nya Indonesia punya, namun saya sih punya pendapat lain, Ipang ya Ipang, terlepas penasbihan Eddie Vedder pada dirinya, Ipang sukses mengirimkan sinyal2 emosi di semua lagu2 Plastik, namun tetap mempertahankan elemen kejantanan ala musik rock, jadi Ipang bisa memberikan garis yang sangat tebal, memisahkan rock nya Plastik dengan rock spandex yang punten sekali kalo kata saya mah “You Give Rock A Bad Name”, sebuah tuduhan picik kepada para pemuja dan penganut2nya,….dengan demikian saya pun minta maaf.

Singkatnya, Plastik menemani banyak waktu dalam hidup saya yang tidak seberapa ini, menemani saya melewati masa2 sulit pada masa lampau dan saya masih punya firasat di masa depan pun, lagu2 dari Plastik akan masih relevan untuk selalu didengarkan oleh saya.

Semasa SMU, waktu itu di sekolahan saya punya guru kesenian musik yang cukup terampil membuat saya agak bersemangat mengikuti pelajarannya karena beliau memberikan tugas kepada kami, anak muridnya yang sayangnya banyak yg kurang ajar pada saat itu (termasuk saya) untuk mengulas dan mengupas artis musisi tentang sejarah dan musikalitas mereka, dan kemudian mempresentasikannya di hadapan khalayak kelas, kami di bagi menjadi beberapa kelompok, saya yang saat itu dan sampai saat ini masih sangat keranjingan The Smashing Pumpkins langsung saja memaksakan kehendak saya untuk menjadikannya sebagai bahan tugas kelompok saya, kebetulan karena anggota kelompok saya yang lain, lebih memilih untuk bermain bola sepak dibandingkan membuat makalah tentang The Smashing Pumpkins, mereka sama sekali tidak keberatan jika saya mengambil alih semua pekerjaan dalam kaitannya untuk menyelesaikan tugas dari guru kesenian tersebut.

Nah, ada satu kelompok lain yang beranggotakan beberapa teman saya waktu itu memutuskan untuk menjadikan Plastik sebagai band yang menjadi subjek penelitian atau subjek makalah, waktu itu single “Statis” sedang gencar2nya diputar di tivi dan radio di Jakarta, kebetulan juga para anggota kelompok mereka ini menurut hemat saya pun adalah pendengar Plastik yg baik dan sesekali gemar menyenandungkan lagu2 dari Plastik, mereka menyiapkan sebuah kamera hendikem dan membuat janji untuk bertemu dengan personil Plastik secara langsung untuk mengadakan semacam wawancara dan mendokumentasikan wawancara tersebut kedalam sebuah hendikem yang pada saat itu milik salah seorang anggota kelompok mereka, hanya bermodalkan keterangan di sampul kaset Plastik, mereka mengadakan kontak pertama dan pihak Plastik mengiyakan dengan kemudian mengadakan janji untuk bertemu, semudah itu…..

Pada hari H-nya, tanggal dimana mereka harus bertemu dengan para personil Plastik, saya sempat ditawari ikut, waktu itu hari kamis, saya ingat sekali, waktu itu masih ada di kelas satu SMU, kelas saya letaknya di pojokan lantai 2, samping wese, selalu disamping wese…. saya ditawari ikut tapi saya terpaksa tolak itu tawaran yg baik hati dari para anggota kelompok mereka itu yang bersedia mengajak saya ikut karena mereka tau saya suka sekali musik dari Plastik, tapi karena saya belum bilang sama orang tua saya yang sudah pasti mereka akan melarang karena diberitahu mendadak, walaupun itu semua asumsi saja di kepala saya karena saya terlalu pesimis duluan padahal belum tanya, makanya saya terpaksa tolak itu ajakan mereka untuk supaya saya bisa ngikut mewawancarai personil Plastik.

Saya cuma melepas kaos dalam saya dan saya berikan kepada salah seorang anggota kelompok mereka itu seraya berkata : “Ndo, gua gak bisa ikut, tapi gua titip ini deh, kaos gua, tolong minta tanda tangan semua personil nya Plastik yah, trus tolong mereka untuk nulisin kalo tandatangannya itu buat gua, suruh tulisin nama gua ya di kaosnya, To Oggy gitu lah, yah pokoknya bgitulah”

Jadilah hari kamis itu saya pulang sekolah, dimana badan saya langsung menempel pada seragam batik merah marun, yg dimana pilihan merah marun itu akibat dari Boss Sekolah saya yang katanya suka warna merah marun itu makanya dia pilihin warna merah marun itu untuk murid2nya semua, katanya merah marun itu warnanya Harvard, saya mengasumsikan Harvard yg dimaksud Boss di sekolah itu adalah Harvard kampus di Amerika Serikat sana dan bukan toko foto kopi di bilangan Pondok Pinang… ya itu tadi, dada saya langsung menempel sama batik merah marun itu karena baju atau kaos dalam saya sudah saya titipkan sama Rando untuk dibubuhkan tanda tangan sama si personil Plastik itu..

Keesokan harinya, hari Jumat, tentu saja, hari terakhir sekolah dalam minggu itu….. Ya, taun 1998 sekolah saya memang telah lama mencanangkan bahwa hari Sabtu adalah sama seperti hari Minggu, yaitu silakan libur kepada murid2nya, karena yah…. kenapa alasannya saya pun tidak pernah dapat penjelasan resmi, tapi karena alasan inilah sebagai utamanya kenapa saya merengek sama Bapak saya untuk disekolahkan di sekolah ini yang warna batiknya merah marun, pagi2 masuk kelas, kaos saya langsung dikembalikan oleh….. saya lupa waktu itu dikembalikan oleh Rando atau Bayu, tapi itu tidak penting sepertinya, kecuali kalo Rando dan Bayu tidak mau saya fitnah menjadi orang yang mengembalikan itu kaos dalam saya kepada saya kembali, pasti mereka akan bilang langsung sama saya kalo saya fitnah, atau bisa saja mereka tidak peduli, pokoknya itu kaos dalam dikembalikan kepada yang punya, yaitu saya, dimana di belakang kaos itu sudah ada tulisan2 yang membuat saya senang bahkan sampai hari ini pun,…. menjadi kaos yang sentimentil buat saya, sama sentimentilnya seperti kaos Puppen saya yang ada tulisannya : Fuck You We’re From Bandung” yang raib digondol maling di Bandung, yah begitulah, kaos dalam yang tadinya menurut saya biasa2 saja, menjadi luar biasa karena ada tulisan tangan seluruh personil Plastik

Nih fotonya :

kaos dalam



Sepuluh tahun lebih berlalu dan disitulah saya berada waktu itu, di Medan, atas permintaan atasan saya yang mengutus saya dan kedua rekan kerja saya untuk menyelesaikan pekerjaan di Medan pada waktu itu karena klien kami berada di Medan, karena kami berpikir bahwa bekerja terus menerus itu tidaklah baik untuk kesehatan, makanya waktu itu rekan saya mengajak kedua rekannya yg lain untuk menghabiskan seperempat malam di sebuah bar, dimana di bar itu akan ada acara Rolling Stone night, dimana pada saat itu si rekan saya itu tau kalo saya suka nonton band2 lokal manggung, setelah mandi dan makan malam sepulang dari bekerja, kami melangkahkan kaki ke Prime Bar Medan, letaknya di basement Hotel J.W Marriott, kita sudah tau sebelumnya band utama pada malam itu adalah Black and Blue dari Jakarta dan rencananya akan ada cameo panggung oleh Kaka Slank dan Yuki Pas, informasi itu kita tentunya tau dari pamflet dan baligo yang ada di beberapa spot di kota Medan, kebetulan lokasi J.W Marriott pun tidak jauh dari lokasi kami menginap, sehingga kami memutuskan jalan kaki saja ke sana dari hotel tempat kami menginap, dimana kami menginap lebih baik anda tidak usah tau lah, karena tidak penting, bukan karena hotel tempat kami menginap tidak bagus atau banyak kecoak nya, tapi lebih kepada karena tidak penting saja sih,…… ya, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja karena dekat, walaupun tidak dekat2 sekali yah, karena kalau dekat sekali kita bisa jalan jongkok kesana, tapi bukan ide yg bagus menurut kami….

Sampai lah kami di Prime Bar, band pertama membuka acara dengan membawakan musik reggae, tidak jelek, bahkan menurut saya bagus sekali itu band lokal Medan yang membawakan reggae, mereka juga sempat membawakan lagu dari Rolling Stone yang di “reggae” kan, sebuah usaha yang tidak sia2 menurut saya karena mereka bawakan dengan cukup apik, kemudian band berikutnya dan berikutnya sampailah kita di penampilan Black and Blue, dimana saya melihat si gitaris rambut gimbalnya itu pake gitar fender dan entah kenapa sedikit teringat dengan seseorang, sampai akhirnya si vokalis memanggil dirinya dengan sebutan Array sang gitaris Plastik yg pada saat ini sepertinya statusnya sedang vakum atau bubar saya tidak tau, di titik itu lah saya kaget agak banyak dan memutuskan untuk bertemu dengan beliau selesai Black and Blue manggung, saya tidak usah ceritakan lah soal acara Rolling Stone night di Prime Bar, karena kan tulisan ini tentang band Plastik dan betapa band ini punya tempat yg spesial buat saya, ya pokoknya anda bayangkan sendiri lah, bar, penuh orang yg suka band Rolling Stones, beberapa meja di buka oleh orang yg menurut hemat saya lebih pantas berada di acara rave party, alkohol, Kaka Slank, Yuki Pas, Bongky BIP, alkohol, yah anda bayangkan sendiri lah.

Selepas Black and Blue turun panggung, rekan kerja saya mengisyaratkan untuk segera angkat kaki, saya minta waktu sebentar untuk ketemu Array dan bergegas ke lantai atas dengan sebelumnya meminjam ponsel berkamera milik rekan saya itu, saya sampai diatas dan ketemu Array yang sedang bersender kemudian mengajaknya bicara ditengah hirup pikuk orang2 banyak dan berisik keluar dari sepiker bar, saya bilang sama dia tentang kejadian 10 taunan yg lalu, tentang wawancara oleh anak sekolah yg ingusan, tentang perihal kaos dalam saya yg ada tulisan tangan beliau, tentang kebetulan saya sedang ada di Medan karena pekerjaan dan kebetulan bertemu beliau disana, yah nampaknya beliau lupa2 inget tapi tak mengapa sih, sebenernya saya cuma ingin menyampaikan hal2 tadi ke beliau, setidaknya menunjukkan…. apa lah namanya, apresiasi lah dan semacamnya, semacam terima kasih karena waktu itu band dia sudah bikin saya punya hidup lebih menyenangkan bahkan sampai sekarang pun sampai ketika saya sudah jadi pegawai rendahan…. kami akhiri pertemuan tersebut dengan berfoto bareng, sekali saja, sekali jepret saja, tapi sudah sempurna itu foto…. saya ucapkan terimakasih, dan sekali lagi bilang bahwa pertunjukannya malam itu keren sekali sekaligus mengkonfirmasi statusnya sebagai gitaris Steven and Coconut Trees dimana fakta itu saya baru tau di malam itu dan sedikit membuat saya merasa bodoh juga, tapi yah setelah saya jabat tangan beliau, saya pun pamit sambil menyimpan harapan mudah2an saya masih bisa melihat aksi beliau di panggung, sukur2 bersama band kesayangan saya, PLASTIK

Saya tidak bohong ketika saya bilang ketemu Bapak Array di Medan, ini buktinya, mudah2an Bapak Array tidak keberatan fotonya saya tempel disini, kalo keberatan saya mohon maaf dan akan saya hilangkan dari peredaran sesegera mungkin, sekian, terimakasih. Semoga saya tidak menjadi Error kemudian menjadi Instalasi Diam dan Statis secara bersamaan Seperti Gula yang dikerubungi semut sampai bingung Harus Mulai Darimana, =1

 

Posted at 4:27am

 


Toni Jack’s Indonesia, (quick review)

Toni Jack udah bubar, ini review ogut jaman waktu masih ada

Beberapa hari yang lampau nyempetin nyobain Toni Jacks di Arion Plaza rawamangun, niatnya pesen 1 burger plus satu paket nasi ayam biar reviewnya agak komplit, tapi baru inget blm ambil duit, jadinya yah disesuaikan sama duit yg ada di kantong, 


Gua beli Paket Marah 2, isinya 1 Super Jack, 1 Kentang goreng 1 softdrink  Super Jack ini semacam double cheeseburger kalo di A&W, dan kalo kata gua sih rasanya mirip, rotinya lembek, lebih lembut daripada roti yg dipake McD untuk burger/cheese burger/fillet of cheese, gua pribadi sih suka nih burger, karena saos nya gak asem, gua gak suka burger yg asem, trus ada potongan bawang bombay dan selembar keju warna kuning tua yg lembek, ini jg gua suka, saos nya agak cair, kurang kental, jadinya makannya rada belepotan, tapi nikmat2 aja sih,… 

naah, sayangnya ukuran burgernya gak sebesar harga paket nya yg Rp36,000…. yaa tidak sesuai ekspektasi lah, soalnya denger2 kan harganya relatif murah dibandingin “the other one”…. tapi semua ketutup sama rasa burgernya, karena ya itu tadi, saosnya gak asem, saos asem di burger sama pickles yg telampau asem tuh bikin gua ilfil,… tapi Super Jack gak asem, jadinya yah sepadan lah buat gua harga Rp36,000 untuk paketan burger + kentang + softdrink  kentangnya biasa, rada peot walaupun disajikannya masih hangat, tadinya mau sengaja didiemin sampe dingin, pengen tau peotnya segimana, tapi karena perut lapar, kelupaan dan kentangnya ludes…. hahaha… 

salah satu kelemahan Toni Jack’s adalah kemasan, tempat burgernya styrofoam biasa warna putih, tempat kentang gorengnya juga warna putih walaupun ada logo TJ nya, tapi kecil juga logonya, kurang “catchy”  pelayanan standar lah, ramah dan informatif, murah senyum……  secara umum sih gua suka yah Super Jack, gak banyak burger yang “default” nya gua demen, rotinya keras lah, hambar lah, saosnya asem lah, acar atau pickles asem lah, patty nya kering lah, Super Jack adalah double cheeseburger yg tidak punya karakter2 seperti diatas,… jadi khusus untuk Super Jack saya berikan 4 bintang dari 5 bintang  akhir minggu ini mau cobain menu lain di TJ Bandung…. nantikan review selanjutnya !!
 

Posted at 4:24am

 


Ujung2nya JUALAN….

tulisan lama

Hai, teman-teman, setelah sekian lama absen dari dunia tulis menulis dan ketik mengetik, si saya kembali lagi dengan tulisan-tulisan optimis, seoptimis kuliah seminar ala ala Mario Teguh, maderfaking SUPER !!!

Selama masa-masa hiatus, si saya sebenernya sudah menyiapkan tulisan-tulisan penyegaran rohani, tapi karena kontaminasi afeksi dari seorang perempuan dengan dengan betis lobaknya membuat saya sedikit merasa malas untuk berbagi dengan kalian semua tentang saya punya tulisan-tulisan ceria nan bahagia, tapi yah karena si betis lobak itu menyuruh saya dengan sedikit paksaan untuk kembali berbagi tulisan-tulisan saya yang tidak seberapa ini, makanya saya kembali menerbitkan sampah-sampah yg baru…. here goes,


Anda baca kompas hari ini ?
saya baca, karena Bapak saya langganan kompas, nah, coba lihat halaman 17, ada gambar foto seorang (sepertinya/kelihatannya) anggota DPR yg lagi tidur di tengah-tengah ruangan sidang, ruangan sidang terlihat kosong dan cuma ada satu orang itu yang sedang tidur pulas, sambil sedikit menganga, enak sekali tidurnya….hmm seperti tidur yang biasanya saya bayangkan setiap jam 11 malem waktu saya lagi mantengin spreadsheet di kantor klien, ah ya cukup curhat colongan saya, toh sebenernya tidak ada yg memaksa saya menjadi auditor, SETAN„….

okee…. kembali ke topik, saya harus bilang kalau tulisan yang menyertai gambar ini kalo menurut saya (IMHO) sangat-sangat tendensius, menyiratkan sikap moral atau level moral dan etos kerja anggota DPR yang jelek, alias suka korup, mangkir rapat, punya tata krama yang busuk seperti preman pasar, termasuk tutur kata yg kampungan seperti yang di jabarkan di sebuah kotak kecil bertajuk “Bahasa” yang di paparkan di artikel tersebut diatas, kebanyakan sih penggalan-penggalan kalimat yang nampaknya diambil ketika sedang “berantem” dengan dirut Pertamina,

Nah, saya mau ber OPINI, boleh dong ? KOMPAS aja beropini, saya juga mau beropini dan menanggapi tulisan di KOMPAS halaman 17 ini, ini tanggapan dan opini saya :


Gambar yang ditampilkan sangat-sangat tendensius, apalagi kalo di sandingkan dengan tulisan judulnya, saya gak berani tampilin judulnya, takutnya di garuk sama polisi atas dasar pelanggaran HAKI, tapi saya juga malas untuk riset ke UU nya, makanya saya cari aman layaknya oportunis kebanyakan dengan tidak mencantumkan judul tajuknya, oke, kembali ke topik…….. Saya punya kesan kok seakan-akan parah bgt nih si anggota dewan dengan mulut menganga tidur di ruangan sidang yang kosong melompong, juga menampilkan kesan bahwa anggota dewan yang lain lagi mangkir, oh tentu saja pasti anda diliputi perasaan dan kesan “Ah si kampret OGGY ini pasti bapaknya anggota dewan, makanya bikin tulisan-tulisan yang sok-sok membela” Eits, nanti dulu my brother or sister, Bapak saya seorang dosen PNS -dosen PTN yang gajinya lebih kecil dari gaji saya, seorang kacung kampret di sebuah firma akunting yang baru2 ini gajinya di withhold karena terlambat men-submit TIMESHEET- bukan anggota dewan, emak saya pun karyawan di perusahaan jalan tol, ayah pacar saya pun bukan anggota dewan, jadi yah wipe that thought from your filthy mind, karena saya sama2 tidak percaya wartawan dan anggota dewan, eh gak deng, sebenernya saya tidak percaya manusia pada umumnya sih, OKEEE LANJUUUUTTT…..  

Kesan yang saya tangkap dari gambar itu seakan-akan ingin mengajak si pembaca untuk beropini : AH PARAH KALI NIH ANGGOTA DEWAN !! tapi kalo kata saya sih yah, belum tentu jg orang yg sedang tidur menganga itu penjahat, coba deh kalian liat tuh fotonya baik2, di meja sidangnya kalian bisa liat banyak botol Aqua dan gelas-gelas, dan kalo mata saya tidak menipu saya, ada beberapa botol Aqua dalam keadaan terbuka dan kebanyakan dari botol Aqua itu nampak telah berkurang setidaknya seperempat botol, bahkan ada yg terlihat sudah habis, Anda mau tau persepsi saya melihat tulisan ini ?


ANGGOTA DEWAN YANG SEDANG
LEMBUR SIDANG, TERLELAP KETIKA REHAT



boleh gak saya bikin tulisan kaya gitu berdasarkan apa yang saya liat di foto ? BOLEH DONG MADERFAKERS !!! ya, saya melihat botol2 Aqua yang berkurang isinya, saya sih tidak salah mengira mereka sedang rehat sidang jam 3 pagi, trus ketika rehat sidang, si orang yg ada di foto itu memutuskan untuk tidur sejenak memanfaatkan waktu rehat yg mungkin cuma 15 menit, untuk “membayar” utang tidurnya setelah beberapa hari ini bergadang terus merancang UU, rehat sidang juga menjelaskan kenapa kursi2 kosong dan botol2 Aqua berkurang isinya, sedikit berat buat saya untuk punya pikiran bahwa mereka semua absen dari sidang, soalnya tuh air di botol kayak yang udah di minum,

Terus kalo kalian liat dasi si orang yg lagi tidur, masi terpakai rapi di kemejanya, saya salut sekali sebenernya, karena saya orang yg paling JIJIK pake dasi, dan gak pernah sudi untuk make dasi dengan rapi kalo di kantor, karena kalo kata saya sih pake dasi tuh kaya pake tali kekang anjing, yang menyatakan saya tuh KACUNG BUDAK, tapi emang bener sih, ya udah lah terima aja, jadi si orang di foto sebenernya sangat menjaga kerapihan berpakaiannya, karena menurut dia membela kepentingan voters mereka haruslah dengan tata krama berpakaian yg rapih

Gua gak tau tuh si anggota dewan siapa, dari partai mana, tapi apa gak kasian yah kalo dia tuh ternyata figur yg paling sering begadang untuk bikin UU, trus paling mendedikasikan hidupnya selama jadi anggota dewan untuk membela kepentingan yang mencoblos dia pas pemilu (Hey, jgn bilang rakyat, rakyat banyak, rakyat yg mana?), trus mungkin dia orang yg paling hafal UU di antara anggota dewan yg lain, kalo dia liat fotonya ada di KOMPAS gitu ngamuk gak yah ?? Soalnya seakan-akan dia anggota dewan yang parah bgt, tidur ketika sidang (TAU DARI MANA LAGI SIDANG ???), padahal kalo lagi rehat boleh2 aja sih saya bilang kalo dia tidur….


Inti dari tulisan saya yang ngalor ngidul tuh adalah :
Saya punya pikir sekarang ini Bapak saya sebaiknya ganti koran aja lah, apa-apaan nih koran kok saya terkesan seperti dipaksa untuk mengikuti opini si KOMPAS ini, emang nya dia siapa HAH ???  Saya kuliah 8 taun bukan untuk di giring seperti kambing congek tentang bagaimana saya harus beropini, tendensius sekali kau heh wahai wartawan, sialan KAU, kau kira aku ini KAMBING DOMBA DARI NERAKA HEY KAMPRET !!!, sampaikan berita kok yah tendensius sih ? biarkan kami yg beropini, kau beritakan saja, gak usah pake bonus giring giringan opini segala, kalo opini doang sih gua juga bisa, kau cuma menang tata bahasa doang rapi, hey, struktur bahasa bisa dipelajar kawan, pertahankan kursi pekerjaan mu dengan baik2, watch out, si saya ini tiba2 saja mungkin berpikiran untuk resign dari kantor akuntan ini dan mengambil kau punya kursi pekerjaan. Lebih baik anda kerja saja di majalah….


Tapi ya mungkin saya yang gila, wong jaman kaya bgini semua cari duit, semua jualan, orang2 mungkin senengnya baca bginian, yang tendensius, biar mereka makin emosi mungkin, mungkin mereka senengnya di kasi makan opini biar tambah emosi, terus ngedumel di minggu pagi…. makanya ni koran bikin tulisan kaya bgini, biar laku korannya, soalnya namanya juga cari duit, yah sama aja tuh kaya Green light, yg sampul depannya suka pasang foto sama cerita selangkangan, bedanya yg ini tata bahasanya bagus, ya ya ya ya, tetep aja gua ngerasa di bego2in, opini kok diatur2, tapi yah wajar lah, gua gak bisa protes, kan ujung2 nya JUALAN…..


sama kaya kebanyakan band pop INDONESIA !!


dan gak ada yg salah dengan cari duit untuk keluarga


YA GAK ??



KELUARGA EMANG RACUN !!!

 

Posted at 4:23am

 


Umra, the spiritual journey

Tulisan lama


Saya dulu dikasih kesempatan umroh gratis, nenek saya yang bayarin, karena nenek saya baru dapet rejeki dan kebetulan merupakan orang yg murah hati, saya dan beberapa sepupu diberi kesempatan untuk mencicipi umroh, tanpa harus ngeluarin urang sepeser pun, walaupun saya sebenarnya lebih senang kalo diberikan sebuah head amp Marshall JCM 2000 Dual Super Lead, tapi yah namanya hadiah dari nenek tersayang, pastinya saya terima dengan hati lapang dan tangan terbuka, pikir2 saya pun jadi punya alasan untuk menunjukkan bakti saya dan mengambil peran untuk menjaga adik2 sepupu saya karena saya cucu paling tua walaupun bukan yang paling bisa diandalkan…

Ternyata oh ternyata perjalanan tersebut memang jadi perjalanan spiritual yang baik buat saya, dulu sih saya paling males kalo denger cerita orang yang nyuruh2 saya berangkat haji atau umroh karena katanya mereka banyak sekali pengalaman spiritual yang didapatkan, karena saya orangnya pesimis dari lahir, saya gak percaya, tapi setelah mengalami sendiri ternyata saya jadi percaya bgt. Saya mau bagi beberapa pengalaman perjalanan spiritual saya.



People actually DONT GIVE A SHIT to others
Kan kalo yang namanya umroh tuh ada beberapa ritual yang mesti dijalankan yah, salah satunya itu Thawaf, karena itu merupakan rukun, jadi harus dilakukan, thawaf itu mengelilingi Ka’bah beberapa kali, saya lupa 7 kali atau 9 kali, pokoknya berjalan mengelilingi Ka’bah deh, nah, Ka’bah itu sepanjang waktu kecuali waktu Sholat tidak pernah kosong sekitarnya karena menurut cerita, Thawaf itu pasti akan terus ada sampe hari kiamat, makanya cenderung penuh terus di sana, pas saatnya saya beserta rombongan melakukan thawaf, lebih dari 30 kali kaki saya diinjak sama orang, badan saya pun tak terhitung berapa kali didorong sama orang, yang paling JUARA sih ketika kaki saya DIGILAS pake kursi roda, dan semuanya tidak ada yang memalingkan mukanya kearah saya saat itu, CUEK semua, mungkin saya yang gila, selama ritual ibadah saya selalu menjaga badan saya agar tidak mem-violate orang lain, fisik maupun mental, maksudnya saya sebisa mungkin tidak menyakiti orang lain karena saya diinformasikan kalo disana tuh orang2 tumpang tindih ketika ibadah… tapi saya kok pas disana ngerasa kaya orang goblog…. Saya memang cenderung bisa sabar untuk masalah2 seperti diatas tadi, untungnya bgitu, jadi yah bukan masalah besar buat saya. Walaupun setelah digilas kursi roda itu saya berusaha keras untuk menahan sakit dan tidak terduduk.

Terus ada lagi neh, fenomena nyium Hajar Aswad, kan di Ka’bah tuh ada batu hitam yang katanya dari surga, tadinya tuh batu warna putih, tapi karena sering dipegang dan dicium orang malah jadi item karena dosa orang2 yang megang nempel disitu juga, yah bener atau nggak itu sih saya gak persoalkan, yang pasti nyium Hajar Aswad tuh bukan ibadah yang signifikan, bahkan banyak yg bilang bukan ibadah, saya emang lebih sepakat sama yg kedua, karena saya emang tidak suka ibadah yang besar muatan simboliknya. Nah, masalahnya yang berpikiran seperti saya tuh ternyata sedikit, kebanyakan orang justru nafsu bgt kalo nyium Hajar Aswad, sering lah pasti kalian denger pengalaman spiritual orang2 yg haji dan umroh ketika mereka cerita berhasil nyium Hajar Aswad, saya tidak melakukan ritual tersebut, tapi saya melihat orang banyak yg berusaha melakukan ritual itu secara langsung, orang-orang berebut, laki-laki, perempuan, tua, muda, kuat dan lemah, mereka semua berebut, memperebutkan sentuhan dan ketika sudah menempelkan tangan di batu itu selalu berusaha berlama-lama, jadinya makin ancurlah tuh antrian (eh, bukan antrian, kerumunan massa), orang berdesak2an dan banyak yg kejepit2, yg badannya kecil dan lemah dah pasti mampus lah….

Kejadian serupa juga saya alami di Masjid Nabawi, di Madinah, di Mesjid ini kan katanya ada makam Rasul terakhir, wah itu yang namanya abis sholat fardhu orang rebutan desak2an pengen ngelewat tuh makam, belum lagi setiap sholat fardhu pun orang rebutan sholat di Raudhah, gua kurang ngerti juga sih maksud dari tempat ini, orang2 sih bilangnya kalo doa disana pasti munajab doanya, MAKA DARI ITU JADI REBUTAN dan orang2 berdesak2an mendorong2 satu sama lain supaya dapat dikabulkan doanya, BAGUS BANGET, HEBAT, LUAR BIASA, yg lebih hebat lagi cerita orang yg dengan nafas haru menceritakan keberhasilan mereka bisa sholat di area itu, saya telah melihat keadaannya seperti apa disana dan sulit sekali menghilangkan predikat “OPORTUNIS” di kepala saya terhadap orang itu, yah mirip juga sama yg nyium Hajar Aswad dan yg solat di dalam tembok melengkung kecil di Ka’bah, saya lupa namanya, katanya disana mustajab juga doanya, MAKANYA JADI REBUTAN,

Rombongan kami berangkat menggunakan travel, di paket travel itu emang udah termasuk jalan2 ke beberapa objek wisata, Saudi saya kira negara kaya, tapi ternyata emang mereka mungkin ga peduli juga, lu bisa liat tuh foto nya diatas kan? itu foto saya ambil di Jabal Nur, duh lupa namanya apaan, kalo gak salah Jabal Nur, pokoknya tempat dimana Adam dan Hawa kembali bertemu di dunia setelah dibuang dari surga ke bumi, katanya disana lah mereka bertemu kembali setelah lama terpisah setelah di buang dari surga, makanya katanya tempat itu mujarab buat yang pengen punya jodoh atau ingin di-rejuvenate kehidupan perkawinannya. Intinya tempat itu emang simbol cinta katanya, dan saya ambil foto itu disana. 

Masjidil Haram dikelilingi sama pertokoan dan yang pasti nya tempat penginapan alias hotel2, dari bintang sedikit sampai bintang banyak, bangunan-bangunan itu sering bgt diancurin karena masjid sering di gedein, diperluas karena dah ga cukup buat nampung lagi orang yg banyak, makanya mungkin itu jadi penjelasan kenapa sekitaran Masijdil Haram tuh bronx bgt kalo kata gua, kotor, gak rapih, chaos lah. Saya jadi mikir kalo inget orang2 yang dengan gampangnya bolak balik haji tiap taun, pastinya dia kan ngambil jatah orang yang belum pernah sama sekali kesana, ujung2nya emang ibadah kaya gitu tuh lu harus rebutan, karena banyak orang yg udah haji pengen haji lagi, satu sisi ibadah, satu sisi lagi dont give an asshole shit about others, emang hal2 kaya gini yang gua rasa membuat perjalanan spiritual taun 2006 kemaren sangat-sangat berkesan,…. belum lagi kenyataan dimana pas gua liat sendiri para royal families itu punya istana di setiap tebing2 luas di padang pasir, kalo ngeliat foto diatas tadi KEREN BANGET !!

Terus perlakuan beda terhadap etnis tertentu disana pun sangat membuka mata, apalagi pas jalan-jalan ke peternakan onta, hahahah, gak enak tapi kalo diceritain,…..sedikit bahaya ceritanya…


Saya berterima kasih sama Nenek saya, benar2 pengalaman spiritual yang berkesan buat saya.


 

Posted at 4:21am

 


Taun baruan sama aja, suram, madesu, KEREN BANGET !!

Tulisan waktu itu, menyambut taun baru 2009



Konflik, kelaparan, krisis finansial, pemilu Indonesia yang sok-sok ikutan demokratis, defisit APBN, itu hanya sedikit dari menu kita 2009 ini.

Konflik makin banyak, terima kasih buat stasiun-stasiun TV yang makin bebas sekarang memberikan suguhan kekerasan di hampir setiap tayangan berita nya, saya semakin yakin kalau orang Indonesia emang hobinya ngeliatin orang lain dipukulin dan mukulin orang, sukur-sukur sampai dibunuh, rating TV itu pasti naik. Apalagi di puternya kan pas siang-siang tuh, pas jam makan siang, liat aja tayangan berita tengah hari di tipi2 itu rata2 tayangannya berita kriminal, di puter pas jam makan siang yg harusnya banyak orang yg nonton karena pas lagi makan siang….. KEREN BGT

Orang kita banyak kelaparan, setidaknya kebanyakan orang yg gua temuin di jalan2 di JKT, kalo orang minta2 mah dah standar, entah kenapa sejak Oktober sampai Desember 2008 kemaren gua sering liat anak kecil sampai orang tua mulung2in makanan di tong sampah, entah kenapa saya kok optimis sekali mereka bukan orang gila, jadi penghargaan pun saya sampaikan berupa beberapa lembar uang ribuan, atas usaha nya untuk tidak beralih profesi menjadi pengemis yang pendapatannya lebih dari UMP DKI JKT, kemudian karena saya sering dinas (bahasa PNS banget) ke luar daerah di daerah2 terpencil, saya juga makin bisa liat orang2 yg idup nya lebih susah lagi, gak usah deh ngomongin buruh2 yang saya tidak habis pikir gimana cara mereka menyekolahkan anaknya sampai sma, saya anggap mereka cukup beruntung masih bisa punya penghasilan, saya ketemu banyak orang2 lokal yg menggantungkan hidupnya pada tanaman-tanaman sekitaran rumahnya doang karena tidak dapet pekerjaan, makannya umbi2an, daun2 yg ada di hutan, boro2 beras, KEREN BGT

Saya berkecimpung di bidang ngitung2 harta perusahaan, secara kasat mata aja udah keliatan kalo ekonomi lagi ancur, tinggal tunggu saatnya aja sampai makin banyak orang ngerasain, kalo saya sih karena diuntung kan sama sistem gak kerasa2 amat, paling alokasi tabungan untuk rekaman sedikit berkurang karena ongkos hidup saya bertambah rata2 10%, juga beberapa teman2 lain yang beruntung dapat pekerjaan yang walaupun besar gajinya selalu dijadiin bahan curhatan dan keluhan, setidaknya kami semua masih bisa makan. Kekuatan membeli kebanyakan orang di dunia semakin berkurang, tapi kenapa ya kok kita disuruh irit? padahal kan kalo kita banyak spending artinya ekonomi berputar lebih cepat bukan? gua emang ga ngerti soal bginian, cuma kalo gua bilang sih kalo mau ekonomi cepet naik ya kita harus spending banyak, supaya perusahaan2 dan pabrik2 itu muter terus karena penjualannya bagus, kemudian karyawannya tetep dapet duit dan bisa tetep spending, jadinya kok kaya lingkaran setan aja orang2 pada ngirit, gak ada yg beli2 jadinya ekonomi stagnan aja,…. ngirit adalah tren yang buruk taun 2009 ini.  KEREN BGT

Taun ini kita ada perhelatan omong kosong akbar, yaitu pemilu, saya ini kalo diibaratkan tuh seperti pengikutnya Decepticon kalo di film transformers, mereka punya jargon : “Peace Through Tyranny”, maaf-maaf saja hai para pemikir liberal, saya kurang percaya dengan demokrasi, setidaknya dalam 10-20 taun kedepan untuk Indonesia, karena menurut hemat saya demokrasi tuh ujung2nya kemenangan mayoritas, jadi kalo mayoritas orang indonesia penjahat, self centered, bodoh dan oportunis, udah jlas arah negara ini larinya kemana, ANCUR, plus, karena kebanyakan kampanye kita melibatkan para pengangguran, jadinya rentan konsentrasi massa dimana-mana yang menyebabkan : GIGS MUSIK YANG BERKURANG,… karena ga dapet izin karena rentan kerusuhan katanya,  KEREN BGT

Kemaren lagi rame tuh di kantor saya, gara2 BPK, sama DEPKEU buka lowongan gede2an, dan banyak orang di kantor saya dan kantor sebelah yang ikutan ajang pencarian bakat ini, APBN lagi ancur2an bgini hebat bgt tapi banyak lowongan di pemerintahan, seinget saya sih APBN abisnya banyak di anggaran rutin, KEREN BGT.


Itu lah menu 2009 buat kita semua,

dan saya selalu pengen muntah kalo ngeliat jargon harapan di taun baru… KEREN BGT

 

Posted at 4:19am

 




Stuff I like